Minggu, 08 Februari 2015

PERINGATAN HUT PERGURUAN TRIJAYA KE 49



Bertempat di Sasana Among Raga (Samora) Padepakan Wulan Tumanggal, resepsi peringatan Ulang Tahun Perguruan Trijaya ke 49 berlangsung sangat meriah dengan dibuka tampilan tari gambyong. 

Resepsi yang dilaksanakan pada Sabtu Pahing malam Minggu Pon 7 Februari 2015 ini merupakan kegiatan lanjutan dimana pada tanggal 2 Februari 2015 yang merupakan hari jadi Pergurun Trijaya, telah dilaksanakan ritual Caosan secara serentak baik di pusat (Padepokan Argasonya-Kota Tegal) maupun di daerah-daerah (Brebes, Pemalang, Jakarta, Riau, Purwodadi, Yogyakarta, dan Semarang). 

Hadir pada acara resepsi ini, Bupati Tegal yang diwakili oleh Asisten I Pemkab Tegal Drs Hasan Munawar MM, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Kapolres Kabupaten Tegal AKBP Tommy Wibisono, Komandan Kodim 0712/Tegal yang diwakili oleh Kasdim Mayor Inf Yuli Setiyono, S.Pd., Muspika Kecamatan Bojong, Kepala Desa dan tokoh masyarakat Dukuhtengah. 

Dalam sambutannya, Pembina Perguruan Trijaya Romo Panji KRA Suryaningrat II menyampaikan bahwa seni beladiri Perguruan Trijaya merupakan seni beladiri bukan untuk ajang gagah-gagahan dan mencari musuh maupun lawan tapi merupakan seni beladiri untuk membela diri dari orang/energi jahat dan disamping itu bertujuan untuk mencari kawan dan persahabatan. Hal ini sesuai dengan slogan Perguruan Trijaya yaitu Hindari Kemenangan Capailah Keselamatan. Uraian tersebut merupakan penjelasan beliau tentang makna Tari Kalang yang merupakan karya RG. KPA. Giripati Suryanigrat dimana telah dipertunjukkan di awal acara.

Sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian terhadap masyarakat, pada acara resepsi ini Perguruan Trijaya memberikan sumbangan kepada kepala desa Dukuhtengah dalam hal perbaikan balai desa untuk merenovasi lantai yang ada di balai desa tersebut. Sumbangan juga diberikan kepada kantor kecamatan Bojong dan Kodim 0712/Tegal berupa stand speaker yang sekiranya bisa membantu sebagai pengeras suara pada setiap acara yang diadakan oleh kedua instansi tersebut. 




 



 









 

 










 


Minggu, 01 Februari 2015

PESAN PEMBINA PERGURUAN TRIJAYA ROMO PANJI SURYANINGRAT II



PESAN PEMBINA PERGURUAN TRIJAYA ROMO PANJI SURYANINGRAT II
PADA HARI ULANG TAHUN KE 49
PERGURUAN TRIJAYA
PADEPOKAN ARGASONYA  - PUSAT TEGAL


Salam Bahagia, Salam Trijaya, Rahayu...

Pengurus Pusat , Pengurus Daerah dan Seluruh Putera Tegal beserta keluarga dimanapun beradayang Saya Cintai dan Banggakan..

Jam demi jam..hari demi hari..minggu demi minggu..bulan demi bulan..tahun berganti tahun, waktu  senantiasa terus berjalan tanpa kita bisa mencegahnya,mendorongnya ataupun mengaturnya. Manusia atau kita hanya bisa mengisi dengan apapun kegiatan kita, baik yang sesuai dengan tata cara, aturan dan Ajaran serta segala ketentuan dalam kehidupan maupun yang tidak sesuai atau melanggar itu semua. Saya sedang tidak membahas bagaimana kita mengisi waktu baik yang sesuai maupun yang tidak sesuai.

Saya ingin menyampaikan beberapa pesan berkaitan dengan Ulang Tahun Ke - 49 Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya Pusat Tegal. Usia 49 merupakan usia dewasa dan matang, seperti Perguruan Trijaya  yang memang sudah sepantasnya dewasa,matang dan bertanggung jawab pada pelaksanaan Ajaran (PD) sesuai apa yang telah diajarkan selama ini oleh RG.KPA. EK Giripati Suryaningrat dengan segala kesulitan, tantangan, hambatan serta kebahagiaan, kesedihan, kesetiaan/loyalitas, perlawanan  dan  dukungan dari para Putera Tegal semua. Kedewasaan Perguruan tidak bisa terwujud dan kelihatan selain dengan tingkah laku,   kiprah maupun tindakan nyata para Putera Tegal sebagai Putera dari Perguruan Trijaya dalam kehidupan  pribadi, keluarga dan sebagai anggota masyarakat.Nama maupun kehormatan Perguruan Trijaya sebagai Organisasi yang menyebarkan Ajaran PD  sebagai Ajaran spiritual asli Nusantara berada diatas pundak Putera Tegal. Hal ini merupakan perwujudan/ pengejawantahan dari Manusia Indonesia  yang diharapkan dapat membawa Ajaran ini dalam kehidupan yang dilandasi dengan tanggung jawab dan budi pekerti luhur  untuk membawa kebahagiaan, kesejahteraan lahir batin bagi diri pribadi, keluarga, masyarakat maupun bangsa Indonesia secara keseluruhan. Apa yang kita kerjakan sebagai Putera Tegal bukan suatu yang besar namun sangat berarti bagi ketentraman dan keselarasan hidup. Harmoni kehidupan yang diciptakan dalam pelaksanaan Ajaran dan kehidupan nyata di dalam masyarakat inilah yang akan menjadi bukti kebenaran Ajaranyang kita anut.

Sudah448 hari RG KPA EK Giripati Suryaningrat  sebagai Pembawa Ajaran  dan Pembina Perguruan Trijaya meninggalkan kita "kondur wonten Ngarsanipun Gusti Ingkang Maha Agung", begitu banyak Ajaranyang telah diberikan beliau kepada kita sehingga kita berkewajiban untuk tetap setia, patuh dan bertanggung jawab dalam melaksanakan Ajaran, inilah Inti dari Motto Perguruan Trijaya "HIDUP ADALAH PENGABDIAN" . Mengapa Saya kembali menegaskan hal ini..? Momentum Ulang Tahun merupakan waktu paling tepat bagi kita  untuk menegaskan kembali sikap atas keyakinan, kecintaan maupun kepercayaan kepada Ajaranyang selama ini kita laksanakan dalam kehidupan sehari hari dalam Penyembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sebagai Pedoman Hidup dan Kehidupan seperti yang selalu disampaikan oleh RG KPA EK Giripati Suryaningrat.

Memperingati dan merayakan Ulang Tahun Perguruan merupakan bukti  kepatuhan dan kecintaan kita kepada Perguruan yang lahir sebagai tempat kita belajar. Kelahiran Perguruan Trijaya tidak melalui jalan yang mudah, melainkan melewati rentang waktu yang sangat panjang dan dilalui dengan perjuangan, usaha serta pengorbanan yang tidak sedikit Seperti telah Putera ketahui dalam Pelajaranyang diberikan selama ini. Banyak bukti dan kejadian yang membuktikan bahwa Trijaya "bukan" mainan anak anak, sehingga sangat disayangkan apabila Putera tidak mendapatkan hak ataupun semua yang seharusnya dapat diperoleh  bila Putera benar benar melaksanakan Ajaran. Seperti sering Saya sampaikan, telah banyak investasi baik waktu, tenaga, uang dan semua kepentingan pribadi yang ditinggalkan demi untuk mengikuti kegiatan Perguruan, maka sudah sepantasnya bila apa yang telah Putera miliki dijaga dan dilaksanakan dengan sebaik baiknya, Saya Percaya Gusti Ingkang Maha Agung akan memberikan sesuai permohonan dan harapan Putera semua.. Gusti Nyembadani.

Putera Tegal  dan Keluarga yang Saya cintai dan banggakan,
49 tahun sudah Perguruan Trijaya berdiri, begitu banyak kejadian yang kita alami terkait dengan  kepatuhan, kesetiaan, kebahagiaan, kebersamaan maupun perlawanan, ketidakpatuhan, kebencian, kekecewaan, kesedihan  ataupun hal hal lain baik yang  positif maupun negatif. Terlepas dari itu semua, hari ini kita masih bersama, khususnya bagi Putera dan keluarga yang masih memiliki kecintaan, kerelaan, kepatuhan,  kebanggaan serta keyakinan akan kebenaran Ajaran PD. Saya sebagai Pembina Perguruan yakin dan optimis dengan kekuatan para Putera Tegal yang telah teruji baik kemampuan, kesetiaan, kerelaan, kepatuhan menghadapi segala tantangan dan hambatan kita dapat melaksanakan Ajaran secara baik, murni dan konsekuen serta memberikan karya dalam kehidupan kita sehari hari.

Untuk menghadapi peluang dan kesempatan serta sesuatu yang tidak kita harapkan di hari hari mendatang, seperti tahun sebelumnya tahun 2015 ini akan diberi tetenger (nama) sebagai cara untuk Putera mengingat apa yang harus dan perlu dilakukan pada tahun ini.

Nama Tahun 2015 ini adalah "Tahun SEMBADA"
SEMBADA dalam pengertian bebas memiliki banyak sekali pengertian antara lain :
Bertanggung jawab, Gigih, Pantas, Ksatriya, Jujur atau berani mengatakan apa adanya (tanpa maksud untuk jumawa dan tinggi hati), Melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai perintah dan lain sebagainya yang memiliki konotasi positif lainnya. Bila ingin disederhanakan..pengertian SEMBADA menjadi “Satunya kata dan perbuatan” yang dilandasi dengan kesadaran menjaga harmoni dan dinamika antara Ajaran dan bukti langsung serta nyata dalam pelaksanaan Ajaran itu sendiri.

Dengan dasar Tahun Sembada inilah Saya percaya Putera Tegal dan keluarga dapat membuktikan sekaligus merasakan indahnya pelaksanaan Hidup dan Kehidupan sesuai harapan Beliau RG KPA EK Giripati Suryaningrat..betapa berbahagianya Beliau manakala itu terjadi. Saya menyadari saat ini ada beberapa Putera (justru) Senior atau memiliki tingkatan ‘cukup’ yang kurang percaya maupun kecewa dengan keberadaan Saya (khususnya) atau lebih spesifik meragukan kemampuan Saya..apakah itu menjadi kendala..? jawabannya Tidak..!

Justru Saya lebih percaya dengan apa yang Saya lihat malam ini..Putera dan keluarga tekun melaksanakan Caosan sebagai bentuk tertinggi dalam memohon kepada Tuhan YME untuk kelangsungan Perguruan Trijaya di masa yang akan datang.
Sebagai tindak lanjut dari pencanangan Tahun Sembada saat ini, Saya berikan informasi sebagai arahan kegiatan yang akan kita laksanakan pada tahun ini. Beberapa kegiatan yang penting dan sedikit mengalami perubahan tanpa merubah subtansi antara lain :
1.   Pelaksanaan arkatan dilaksanakan pada malam Minggu Kliwon dengan ketentuan untuk arkatan pertama kalinya di tahun 2015 Pengurus Pusat menjadi penanggung jawab kegiatan;
2.  Penyelenggaraan upacara wajib akan disesuaikan berdasarkan tersedianya waktu dan kesiapan pelaksana serta dengan mempertimbangkan kegiatan lain yg lebih prioritas;
3.    Penerimaan KPT bagi Putera yang belum memiliki akan didahulukan sebelum pengajuan arkat lanjutan;
4.    Penyelenggaraan Pendidikan Penguatan bagi para PPM sebagai landasan bagi Putera yang bersangkutan untuk dapat membantu tugas Pelatih di daerah masing masing;
5.       Perubahan susunan Pengurus Pusat sesuai kondisi terakhir;
6.      Persiapan persiapan yang perlu dilakukan dengan melibatkan seluruh Putera dan keluarga dalam rangka perayaan Ulang Tahun Emas (ke 50) Perguruan Trijaya pada tahun 2016.

Tahun Sembada ini sesuai ungkapan diatas, mengandung makna bahwa Putera diharapkan melakukan segala aktifitas dalam kehidupan sehari hari dengan berlandaskan sikap dan perbuatan yang menunjukan ke ‘sembada’ an dari Putera, sehingga harapan bahwa Perguruan Trijaya memiliki Putera Tegal yang sesuai dan ber ‘Jiwa Nusantara’ dapat dipertanggung jawabkan.

Dengan demikian maka apa yang menjadi cita cita para Leluhur dan RG KPA EK Giripati Suryaningrat dan tentunya kita sendiri sebagai Putera Tegal yang Yakin dan Setia pada Ajaran PD akan bisa dibuktikan.

Demikianlah sedikit pesan Saya dalam rangka Ulang Tahun ke 49 Perguruan Trijaya yang kita cintai. Saya yakin dan percaya bahwa keberadaan Putera Tegal dan keluarga yang memiliki keyakinan, keteguhan, kesetiaan dan dukungan kepada Perguruan akan dapat membawa Perguruan Trijaya tetap lestari, kuat dan jaya di bumi Nusantara untuk waktu yang lama..Gusti Nyembadani. Disamping itu Saya menyampaikan apresiasi/penghargaan setinggi tingginya khususnya bagi para Putera dan keluarga yang melaksanakan kegiatan Caosan pada malam hari ini. Bukti ini merupakan sebuah fakta bahwa keberadaan Putera sebagai marwah Perguruan adalah modal utama untuk kita maju dalam kehidupan yang harmoni dalam keberagaman, kerukunan dan kebahagiaan dalam dekapan Katresnan serta ayunan Kanugerahan Gusti Ingkang Maha Agung.

Terakhir.. Saya mengajak Putera Tegal dan keluarga serta siapapun yang mencintai spiritual Nusantara untuk hadir dalam Resepsi Ulang Tahun Perguruan Trijaya sebagai langkah nyata menyelesaikan kegiatan ini secara lengkap.

DIRGAHAYU PERGURUAN TRIJAYA Padepokan Argasonya Pusat Tegal...!!
JAYA dan TETAP LESTARI di BUMI NUSANTARA, Panjang Umur serta selalu dalam Lindungan Gusti Ingkang Maha Agung... Gusti Nyembadani.

Rahayu...

Argasonya,
Senin Pahing 2 Februari 2015

Pembina,
Romo Panji KRA Suryaningrat II




Rabu, 19 November 2014

PERINGATAN 1 TAHUN KUNDURNYA RG. KPA. EK GIRIPATI SURYANINGRAT

Bertempat di Sasana Astanalaya Kasidanjati, peringatan 1 Tahun berpulangnya RG. KPA. EK Griripati Suryaningrat berlangsung sakral dan meriah. Kesakralan tersebut terasa cair saat sambutan Bupati Tegal Enthus Susmono dengan gaya khas senimannya beberapa kali membuat candaan dan kelucuan sehingga menghadirkan gelak tawa bagi para peserta dan tamu undangan.

Acara yang dilaksanakan pada malam minggu wage (16/11) ini dibuka pukul 20.00 dengan penampilan Tari Hatur Luhur yang merupakan persembahan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. Tari klasik ini dibawakan Eny Haryanti Kasi Nilai Budaya Dinbudpar Jateng dan Yoyok Priambodo staf Kesenian Dinbudpar Jateng serta diiringi Geguritan dan aluan rebab oleh Widodo BS dosen Fakultas Bahasa dan Senin Universitas Negeri Semarang (UNNES). Berikutnya juga ada tampilan Tari Gambyong dan Tari Gatotkaca dari Sanggar Perwitasari Kota Tegal yang merupakan binaan dari mas Priambodo.

Tak kalah serunya, penampilan grup kesenian tradisional sunda dari Ciparay Jawa Barat membuat suasana semakin semarak. Pertunjukan jurus-jurus 2(dua) pesilat kecil dengan kepiawaiannya dan gerakan gesit memukau para hadirin dan tamu undangan.  Pada kesempatan ini juga ada pertunjukan pencak silat oleh Asep Gurwawan, mantan juara dunia Pencak Silat di Wina Austria tahun 1986. Generasi kelima Paguron Silat Panglipur yang berpusat di Jalan H Basuki, Babakan Jati Kiaracondong Kota Bandung, pemilik kumis tebal ini memperagakan beberapa jurus pukulan, hindaran, tangkisan dan teknik silat yang cepat dan tangkas. Ayah tiga orang anak ini merupakan salah satu penancap bendera silat di mancanegara. Sejak tahun 1990-an dia terlibat sebagai pelatih silat di negeri orang. Sebelumnya pada 1986, dia termasuk salah seorang pendekar yang mempertontonkan gerakan pencak silat di Kejuaraan Dunia Silat di Wina Austria.

Selain Bupati Tegal, hadir sebagai undangan Dra. Sri Hartini, M.Si Direktur Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi beserta Drs. Gendro Nurhadi, M.Pd, Camat Bojong, Kepala Desa Dukuhtengah, perwalikan Kraton Surakarta Hadiningrat dan para simpatisan Perguruan Trijaya.

Minggu, 26 Oktober 2014

GREBEG HARI RAYA SURA 1948 J / 2014 M

Ratusan keluarga besar Perguruan Trijaya Pusat Tegal mengikuti Grebeg rajakaya untuk memperingati Hari Raya Sura 1948 J pada hari Jumat Legi (24/10/2014). Grebeg yang digelar rutin tiap tahun ini merupakan bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kirab dimulai sekitar pukul 14.00 WIB diawali dengan tarian Gatot Kaca dan Hanoman di halaman Padepokan Wulan Tumanggal di Desa Dukuhtengah Kec. Bojong Kab. Tegal. Selanjutnya iring-iringan peserta kirab dilepas berjalan mengelilingi desa.

Dalam grebeg tersebut, diarak satu tumpeng dan satu gunungan hasil bumi seperti wortel, ketela, kacang panjang, padi, dan sejumlah buah-buahan. Selain itu, turut digrebeg juga dua ekor sapi dengan masing memiliki berat sekitar 400 kilogram. acara ini semakin meriah dengan diikut sertakannya sejumlah kesenian daerah seperti barongsai dan wayang orang. Peserta grebeg sendiri tidak hanya berasal dari warga setempat, namun juga datang dari sejumlah daerah lain di luar Tegal seperti Pemalang, Purwodadi, Yogyakarta, dan Semarang, Brebes, Jakarta, Riau, Papua, dll

Setelah berkeliling desa, iring-iringan kirab kembali ke halaman padepokan dan diakhiri dengan ritual rebut gunungan. Ratusan warga yang sudah menanti langsung berebutan hasil bumi yang diikat di gunungan setinggi sekitar dua meter dengan harapan bisa mendapatkan berkah.

Pembina Perguruan Trijaya Romo Panji KRA Suryaningrat II mengatakan, pelaksanaan grebeg sura merupakan bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kemudahan maupun kesulitan yang diberikan selama satu tahun. "Pada dasarnya kita adalah makhluk Tuhan yang diberikan kesulitan dan kesenangan. Apapun itu tetap harus disyukuri. Kita ucapkan syukur dalam bentuk yang riil yakni kirab," katanya. Romo Panji menjelaskan, arak-arakan kirab adalah simbol bentuk syukur yang nyata karena dilakukan dengan rasa gembira oleh peserta. Sedangkan gunungan yang mempunyai bentuk mengerucut ke atas  adalah simbol hubungan kepada Tuhan Yang Maha Esa."Kemudian rebutan gunungan bermakna rejeki harus dicari dengan mengeluarkan segala upaya. Meski demikian hal itu dilakukan dengan tidak saling menyakiti. Setelah berebut, semua menerima apa yang didapat," ujarnya.

Romo Panji menyatakan pelaksanaan kirab akan terus dilakukan secara rutin tiap tahun karena sudah menjadi tradisi budaya yang harus dilestarikan. "Mudah-mudahan pada pelaksanaan tahun depan bisa lebih baik dengan jumlah hasil bumi dan sapi yang diberikan ke masyarakat lebih banyak," imbuhnya.

Rabu, 24 September 2014

PERAYAAN HARI RAYA SURA 1948J / 2014M




PROPOSAL KEGIATAN

 

  
Di antara tokoh-tokoh Penghayat, RG. KPA. EK. Giripati Suryaningrat I mempunyai tempat yang istimewa karena perannya sebagai pemimpin yang meletakkan dasar dan memberi arah bagi para penghayat. Dan sebagai Pembina Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya-Pusat Tegal kenangan akan beliau diabadikan dalam berbagai tradisi yang bertumbuh dan berkembang di sepanjang perjalanan Perguruan Trijaya. Menggunakan gambaran agraris yang pernah diketengahkan oleh Pater C. Groenen, OFM, Beliaulah yang menabur bijinya, yang kemudian dari situ berkembanglah pohon besar yang dijiwai oleh semangat yang pernah ditanam RG. KPA. EK. Giripati Suryaningrat I, yang diletakkan Beliau dalam hati dan jantung para Putera Tegal.
Ajaran RG. KPA. EK. Giripati Suryaningrat I harus dilestarikan dalam tradisi yang diteruskan dari zaman ke zaman karena merupakan konstruksi yang dibangun berdasarkan buah pikir dan laku beliau yang mampu melampaui sejarah. Di sini kita langsung berhadapan dengan kesulitan untuk memilah secara tajam mana yang merupakan lapisan sejarah terawal tentang tokoh agung ini dan mana yang merupakan tradisi yang diwariskan melalui kenangan turun-temurun. Putera Tegal khususnya generasi muda Perguruan Trijaya sudah saatnya membangun sebuah  rekonstruksi hasil pisau analisis yang serba kritis, kompleks dan penuh perdebatan.
Setidaknya, para putera Tegal dan khususnya generasi muda Perguruan trijaya dapat menegaskan, memang ada seorang tokoh RG. KPA. EK. Giripati Suryaningrat I yang hidup dalam sejarah dan mengabdikan seluruh hidupnya untuk melestarikan ajaran leluhur. Jalinan kisah hidup RG. KPA. EK. Giripati Suryaningrat I dan perjalanan Perguruan Trijaya tidak dapat diuraikan lagi dengan pasti karena para pelaku sejarahnya banyak yang sudah kundur ing ngarso Gusti, tetapi kenangan yang diwariskan itu menampilkan tokoh ideal yang tetap memberi inspirasi mengenai kepemimpinan, tidak hanya dalam ranah religius, tetapi juga pergaulan dan sosio-politik.
Dalam tinjauan ini, ketika menyoroti sosok dan kepemimpinan  RG. KPA. EK. Giripati Suryaningrat I,  kita  mengandalkan gambaran yang ditampilkan dalam catatan-catatan para senior yang merupakan hasil dari penurun-alihan melalui perjalanan pendidikan keputeraan. Dari situlah fokus perhatian kita arahkan pada beberapa ciri kepemimpinan dan ajaran Beliau berikut dengan peluang dan tantangan yang dihadapinya hingga pada pengalihan tongkat kepemimpinannya kepada RP. KRA Suryaningrat II pada Desember 2013.
Salah satu ajaran yang merupakan buah hasil laku RG. KPA. EK. Giripati Suryaningrat I adalah Hari Raya Sura. Hari Raya Sura yang telah dirayakan sejak turunnya Beliau dari Nyepi pada September 1984 itu harus dilestarikan dalam tradisi secara turun temurun dari generasi ke generasi. Tiga puluh (30) tahun sudah waktu kini berjalan, dan RG. KP. EK. Giripati Suryaningrat I telah kundur wonten ngarso Gusti.
Tahun ini 2014 Masehi/1948 Jawa untuk pertama kalinya Perguruan Trijaya akan melaksanakan Perayaan Hari Raya Sura tanpa sang pendiri (secara fisik). Tongkat komando telah beralih kepada generasi berikutnya, RP. KRA. Suryaningrat II. Suksesi kepemimpinan telah dilaksanakan kepada generasi yang lebih muda. Terkait dengan hal itu, maka untuk menandai semangat yang muda yang berkarya maka pada perayaan Hari Raya Suro 2014 M/1948 J ini selain acara-acara yang telah menjadi pakem, akan dilaksanakan pula Kongres Keimanan.
Dalam kongres ini generasi muda perguruan Trijaya akan melaksanakan kongresnya untuk yang pertama sekaligus mengalih-generasi serta untuk suksesi kepemimpinan. Kongres ini diharapkan dapat terus mengobarkan semangat pemuda untuk terus berjuang mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

II.                TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN


Tempat       :    Padepokan Wulan Tumanggal
                        Jln. Garuda No. 1 Desa Dukuhtengah Kecamatan Bojong
                        Kabupaten Tegal, Jawa Tengah
Waktu        :    23 s/d 25 Oktober 2014


III.             NAMA KEGIATAN

PERAYAAN HARI RAYA SURA 1948J / 2014M


IV.             TEMA KEGIATAN

Dengan semangat pemuda kita lestarikan budaya nusantara


V.                BENTUK ACARA

1.    Mandi Curug, Sate Pengobatan, Hiburan Masyarakat dan Kongres Keimanan (Kelompok Intelektual Muda Anak Alam Nusantara) yang akan diselenggakan tanggal 23 Oktober 2014.
2.    Grebeg, Rebut Tumpeng, Sarasehan, Siraman dan Arkatan yang akan diselenggarakan tanggal 24 Oktober 2014.
3.    Pembinaan Keluarga Rahayu dan Door Prize yang akan diselenggarakan tanggal 25 Oktober 2014.

           
VI.             PESERTA DAN UNDANGAN

A.  PESERTA
1.    Paguyuban Penghayat Murni
2.      Keimanan Perguruan Trijaya Padepokan Argasonya Pusat Tegal
3.      Putera Tegal dan keluarga
4.      Karyawan Padepokan Wulan Tumanggal
5.      Masyarakat umum

B.  TAMU UNDANGAN
1.    Kementerian Dalam Negeri
2.    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
3.    Muspida Kota Tegal
4.    Muspida Kabupaten Tegal
5.    Muspika Bojong

VII.          RENCANA ANGGARAN

Terlampir


VIII.       SUSUNAN KEPANITIAAN


PELINDUNG                     :      ROMO PANJI KRA SURYANINGRAT II
PENASEHAT                     :      PW. Ang. K. TEJO SULAKSONO
                                                    PW. Ang. ENDANG PURWANINGSIH
                                                   
PENGARAH KEGIATAN       :       DPP PERGURUAN TRIJAYA

KETUA I                             :      PAC. Ang. SUTRIMO PUSPOYUDO
KETUA II                           :      PAC. Ang. SISWONDO
SEKRETARIS I                  :      PAC. DONI ANDI, AAN
SEKRETARIS II                :      PAC. Ang. DENY LAZUARDI, AAN
BENDAHARA I                 :      Pt. SINGGIH HENDRA CARLO
BENDAHARA I                 :      PAC. BUDIYONO

                                                   
SEKSI-SEKSI :
1.    SEKRETARIAT                    :    PAC. DODY IRAWAN WM, AAN
                                                           PAC. Ang. YULIANSYAH S, AAN

2.    Hub. EKSTERNAL               :    PAC. Ang. RUSADI SUKISWAN

3.    ACARA                                 :    PAC. Ang. DARSONO
                                                           PAC. Ang. FERRY SAUD MANURUNG
                                                           PAC. Ang. TEGUH RO. AAN
                                                           PAC. SUWIRTO
                                                           PAH. SETYONING AYU ANINDITA, AAN

4.    CAOSAN                              :    PW. Ang. SUDJONO
                                                           PAC. Ang. SAKRONI
                                                           PAC. Ang. HARTOWO
                                                           PAC. SAMADIWANGSA

5.    MANDI CURUG                  :    PAC. Ang. YON MUJIONO
                                                           PAC. Ang. DADANG SULARSO
                                                           PAC. Ang. HADI SUWARNO

6.    SIRAMAN                            :    PW. Ang. TOYIB
                                                           PAC. Ang. SUPARMIN
                                                           PAC. SAMINTONO
                                                           PAC. Ang. SUDIAH

7.    GREBEG                               :    PW. Ang. JOKO SUGIYANTO
                                                           PAC. Ang. TRUBUS ES.
                                                           PAC. Ang. LASMIASIH
                                                           PAC. Ang. SUHARDI

8.    DOOR PRIZE                       :    PAC. SRI KUNDARENI
                                                           PAC. PUJI ASTUTI
                                                           PAC. HARA NAWAWI AAN
                                                           PAH. IKA LANGEN A. AAN

9.    TUMPENGAN                      :    PW. Ang. RUBIYO
                                                           PAC. Ang. MOECHJI
                                                           PAC. RUKAYAH

10.  SATE PENGOBATAN         :    PAC. WIRONO SUNARNO
                                                           PAC. WIDHA MANGESTI K. AAN
                                                           PAC. DJIANI
11.  KOTAK PAC                        :    PAC. Ang. SUNARTI
                                                           PAB. DWI KURNIA AAN
                                                           PAH. ANDIKA SETYA WAMALA AAN
                                                           PAH. ESTU RISANG PUNARBOWO AAN

12.  HIBURAN / KESENIAN     :    PAC. Ang. TARMUD BASKORO
                                                           PAC. Ang. WAHYU

13.  DEKORASI                          :    PAC. MARYONO
                                                           PAC. WISNU WIDYA P, AAN
                                                           PAC. PRIWIDODO, AAN
                                                           PAC. Ang. HARTONO
                                                           PAH. KUPRIYONO AAN
                                                           PAH. GUMILAR MADYA P. AAN

14.  DOKUMENTASI                 :    PAC. TAUFIK
                                                           PAC. BAMBANG PERMADI AAN
                                                           PAH. ANIKO HELDA, AAN

15.  PERLENGKAPAN               :    PAC. ILYAS RD
                                                           PAC. Ang. YUSUF SAMHURI
                                                           Bp. DAIMAN

16.  KONSUMSI                          :    PAC. Ang. EFI KUSWARJANTI
                                                           PAB. ENDAH KUSUMANINGSIH
                                                           PAC. Ang. TARMINI
                                                           PAC. Ang. URIP WIJAYANTI
                                                           PAB. SATI ROHANI
                                                           PPK


17.  PRAMULADI                       :    PAC. Ang. SUDIAH
                                                           PAB. YULIANI
                                                           PAH. OEN GWAT HOEN
                                                           
18.  TRANSPORTASI                 :    PAC. NGATENO
                                                           PAC. DONY KRISNA P, AAN

19.  KEBERSIHAN                     :    PAC. Ang. MUDIRO
                                                           PAH. GANI
                                                           NIRMALA

20.  PONDOKAN                        :    PAC. Ang. RUSADI SUKISWAN
                                                           PAC. ANDI PRANOTO
                                                           FIRMAN

21.  KEAMANAN                       :    PAC. ISKRUN
                                                           PAC. SABAR
                                                           PAC. DENDI SANJAYA
                                                           PAC. JOKO WIDODO

22.  PENERIMA TAMU              :    SELURUH PUTERA WIDYA
                                                           MINTARAGA

23. KONGRES                            :    PENGURUS KEIMANAN


 
IX.        PENUTUP

Demikian Proposal ini disampaikan, selanjutnya kami mohon arahan Ketua Umum DPP Perguruan Trijaya demi suksesnya kegiatan.
Semoga Gusti Ingkang Maha Agung senantiasa melimpahkan kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan kepada kita semua. Mugi Gusti Nyembadani.

Tegal, 7 September 2014
PANITIA
PERAYAAN HARI RAYA SURA 1948J / 2014M

Sekretaris,                                                           Ketua,

 ttd                                                                        ttd
 
PAC. Doni Andi, AAN                                     PAC. Ang. Sutrimo Puspoyudo
NPT. 2486/JKT/95                                             NPT. 1651/KRA/85